fbpx

Selain desain, coba tebak, apa perbedaan tas kulit GK versi Siena Bag dan Florence Bag? Tentunya yang utama adalah bahan dasar kulit yang digunakan. Siena Bag menggunakan material kulit sapi atau dikenal juga dengan sebutan Cowhide. Sedangkan Florence Bag menggunakan material kulit kambing, a.k.a Lambskin. Apakah perbedaan dasar dari kedua material kulit tersebut?

Siena Bag

Kulit sapi merupakan material yang paling sering digunakan pada pembuatan produk jadi berbahan kulit. Sekitar 65 hingga 70 persen populasi dunia menghasilkan kulit sapi yang digunakan untuk membuat tas, sepatu, dompet dan ikat pinggang, kursi mobil, pelapis furnitur, dan pelana.

 

Kulit kambing/domba atau Lambskin, merupakan jenis material kulit hewan yang juga sering dijumpai pada produk jadi berbahan kulit. Sejumlah jaket, sarung tangan, topi, sebagian besar menggunakan material Lambskin. Sifatnya yang terbilang lembut, membuat produk berbahan ini cenderung lebih premium dengan nilai yang cukup tinggi.

Florence Bag

 

Berdasarkan faktor-faktor tertentu yang terkait dengan fungsi, berikut adalah perbedaan utama antara kulit sapi dan kulit domba:

 

Tekstur

Umumnya, metode untuk penyamakan dan pemrosesan yang digunakan pada kulit menentukan seberapa lembut dan kenyal material kulit tersebut. Cowhide memiliki rasa yang relatif lebih kasar dan mempertahankan bentuknya. Jadi, sangat berguna dalam pembuatan aksesoris kulit seperti tas dan dompet.

 

Lambskin biasanya mudah dikenali dengan sentuhan karena rasanya lembut dan halus. Misalnya kelembutan inilah yang menjadikan bahan ini terbilang premium untuk pembuatan garmen. Dengan berlalunya waktu, Lambskin menjadi lebih lembut dan halus.

 

Kenyamanan

Berat kulit menentukan tingkat kenyamanan saat produk kulit digunakan. Semakin tipis dan ringan kulit, semakin kenyal umumnya. Cowhide, secara alami, lebih tangguh dan lebih tahan lama dan juga lebih berat. Ia juga cenderung beradaptasi dengan bentuk tubuh pemiliknya. Jadi, semakin sering Anda memakainya, semakin nyaman digunakan.

 

Lambskin lebih kenyal dan beratnya jauh lebih sedikit daripada Cowhide. Karena Lambskin dapat meregang dengan mudah, maka jauh lebih nyaman untuk pakaian modis seperti sarung tangan, mantel, dan jaket kasual yang stylish.

 

Daya Tahan

Tingkat daya tahan kulit menentukan ruang lingkup penggunaannya. Cowhide tidak diragukan lagi lebih tahan lama daripada Lambskin karena seratnya yang padat. Cowhide lebih tebal, lebih kasar dan cenderung sulit sekali sobek. Ciri-ciri ini menjadikannya pilihan yang jelas untuk pakaian motorsport profesional. Selain sangat kuat dan tidak mudah retak, Cowhide tahan terhadap panas dan kotoran. Jadi, itu menjadi bahan baku yang berguna untuk dompet, tas, ikat pinggang, topi, dan sepatu bot yang digunakan sehari-hari.

 

Lambskin, di sisi lain, tidak tahan lama seperti Cowhide dan lebih rentan terhadap keausan. Jadi, seseorang harus meluangkan waktu untuk melindungi dan menyimpan produk berbahan kulit kambing dengan benar, dan juga menahan diri untuk tidak menyimpan apa pun yang dapat menodai mereka dengan segera. Sifat halus Lambskin dapat ditemukan pada barang-barang kelas atas seperti pakaian modis, tas dengan desain bernilai tinggi, dan sarung tangan.

 

Perawatan

Daya tahan sebuah produk berbahan asli kulit juga tergantung pada faktor eksternal dan lingkungan. Untuk kulit yang terbilang ‘tangguh’, tentunya perawatannya lebih sedikit dan dapat disimpan dengan mudah. Dalam hal ini, Cowhide jauh lebih tahan terhadap kotoran, panas, dan kelembaban daripada Lambskin.

 

Lambskin, meskipun perlu adaptasi ekstra terhadap lingkungan, namun masih bisa bertahan lebih lama dari jenis kain apa pun. Sayangnya, dalam hal perawatan, Lambskin harus lebih ekstra diperhatikan. karena material ini berpotensi lebih cepat meregang dari waktu ke waktu. Produk berbahan Lambskin kadangkala menjadi kendur jika tidak disimpan dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Quick Shop
Open chat